Welcome to rectolva.com

ProfileWrite Something about you at the intro.php file in the theme folder. just a little bit to introduce yourself and then give a link to your about page.

If you upload your own profile.jpg into the theme's images folder, it would show up on the side.

Kapan Lagi Bilang I Love You

Posted by rectolva on Jun 22 2009 | (ga) penting

Ada ya,lagu yang menyedihkan dan desperate kaya gini.
Pertama denger-nya aja merinding.. Mungkin karna DS menyanyi dengan hati :)

Kau pernah bilang aku
Setengah matimu mengejar cintaku
Tapi sekarang kamu bukanlah kekasih yang ku kenal dulu
Kau berubah semakin jauh
Sudah tak mencintaiku lagi

Reff :
Kapan lagi kau puji diriku
Seperti saat engkau mengejarku
Kapan lagi kau bilang I love you
I love you yang seperti dulu
Yang dari hatimu

no comments for now

bsw, 11 Juni 09

Posted by rectolva on Jun 12 2009 | feel it?

“Banyak waktu sedikit kata”

Gimana kantor barunya Va?
Kewls, banyak orang yang muda-muda tentunya, hehehehe..
Udah lama ga ngeliat awan sore kaya gimana, setiap balik pasti udah gelap. Udah ada tukang sekoteng artinya udah malem kan?
Setiap hari nungguin laptop ‘mahal’ nya dimasukin ke tas.
Yeaaay!! It means It’s time to go home..
Kalau harus buat pernyataan betah ga betah kayanya masih belum cukup yah? Baru ngerasain gajian satu kali :)
Minus FB dan Youtube (kecuali nyolong-nyolong) nikmatin aja. Selain nyari duit kerja juga bisa dijadiin alasan untuk melarikan diri dari sesuatu bukan?
sesuatu
sesuatu?
seperti?
Pak, cepet balik ke kantor terus beresin laptop nya okay?!!
6.14pm

3 comments for now

jika saja hujan turun

Posted by rectolva on May 29 2009 | feel it?

payung ini sudah ada bersama saya

kemarau panjang
menunggu hujan
menunggu gemericik yang menghantar rupa rasa
yang pastinya membuat kita ingin coklat panas di gelas putih lagi.
kemarau panjang
107 minggu
bergerumul dengan pertanyaan
“hujan ga yah hari ini?”
tetap menjaga rupa rasa
kadang begandengan
kadang melepaskan
tetap bersisian
kemarau panjang
mungkin terlalu panas
sampai membakar sisi rasa yang rapuh
dan melepaskan
banyak hal yang terjadi di kemarau panjang
107 minggu yang lalu

i’m only happy when it rains
even i don’t have an umbrella on my bag

1 comment for now

mencuri waktu

Posted by rectolva on May 12 2009 | (ga) penting, feel it?

Setelah dipusingkan dengan banyak hal kemaren
quit
or stay

quit
or stay

dan 99% orang yang tau menyarankan saya untuk quit
i repeat : QUIT!
pas disaat bengong nunggu azan Ashar
sebuah telepon yang saya kira dari pacar, ternyata dari Bosowa.
(untung belum sok-sok an manja)
Alhamdulillah kabar gembira!
segembira hati saya ketika melihat harga promo Air Asia yang sesuai budget :)

Selain mengucap syukur sebanyak-banyaknya (maap Tuhan kalau kurang banyak, Insya Allah saya cicil tiap hari), tentunya saya tidak lupa untuk foto-foto (naon deui).
Serius! kebanyakan kalo mau diceritain. Lagian siapa juga yang minat baca ya? hehehehehe..
Foto-nya mana?
Ada doongs pastinya,secara gitu.. :)
I quit
to forgive, to forget!

no comments for now

May(be) great!

Posted by rectolva on May 01 2009 | fave it!

a brand new office
Bismillah
Semoga dimudahkan semua urusan kita sama SangMahaSegala…

1 comment for now

hamindua

Posted by rectolva on Apr 23 2009 | fave it!, narsis, hidup

Saatnya mengeksekusi satu mimpi. Dulu pengen banget backpacker ke luar negeri. Mungkin ga ya mungkin ga ya?
Rabu pagi, tiba-tiba aja kpikiran buat pergi sendirian, liat-liat website air asia, cek harga disana.
Singapur lucu juga ya?
Katanya tinggal nyambung pake bis 5 jam ke Kuala Lumpur. Hmmmm… saya tergiur!

Browsing hotel-hotel backpacker disana.
Ini sih disebut backpacker karna bawa duit yang pas-pasan, hahaha..
Nekad aja langsung capcus.
Ditambah doktrin buku The Naked Traveller :)

VOILA!
BDO - SIN
SIN - KUL
KUL - BDO

Can’t hardly wait to go there
Cerita lengkapnya nanti di update :)

1 comment for now

1/2

Posted by rectolva on Apr 15 2009 | (ga) penting

Lalu dia membaca isi kertasnya masih permanen dengan senyum itu :
Continue Reading »

no comments for now

1/1

Posted by rectolva on Apr 15 2009 | (ga) penting

Rambutmu sudah tak lagi hitam
coklat - ungu entah perpaduan itu apa namanya. Masih dengan poni samping belah kiri.
Hey! alismu sudah dicabuti satu-satu, pinset pelakunya. Tai lalat di atas matamu lebih terlihat jelas.
Begel-nya belum terpasang juga ya?
Yang jelas kamu masih lucu dengan gingsul kanan itu.
49? Beratmu 49 sekarang? Pipi mu masih saja tirus, dengan sanggahan tulang pipi menonjol nan eksotis disitu.

Kamu tampak dewasa, melihatmu seperti tidak melihatmu di 10 taun yang lalu.
backpack - sneakers - kuncir kuda
Buatku, melihatmu tetap nuansa putih - abuabu.
Entah karena seringkali bertemu kamu sore hari, ketika senja. Sepulang olah raga. Dengan pipi merah bersemu, menawarkan berboncengan denganmu.
Kalau saja aku ikut lomba lari denganmu, kamu pasti sudah jauh tertinggal 2 kilo di belakangku.
Sepedamu membuat rumahmu terasa semakin dekat ya?
Dan kuncir kuda itu tampak menari-nari mengikuti angin sore itu.

Masih maukah kamu begitu?

Sekarang kamu disini tepat didepanku. Tidak menawarkan boncengan sepeda lagi, kamu bercerita tentang ricuh Ibukota.
Cerita tentang Ibu, Bapa, Ade dan Kaka.
Kamu antusias sekali, sama antusiasnya dengan seruput coklat panas kita yang sisa setengah.
Katamu kamu culun sekali waktu itu, dengan kuncir kuda dan sepeda.
Buatku kamu itu unik. Dari semua siswa disana cuma kamu yang bersepeda.
Sepedamu juga terlalu tinggi untuk ukuran badanmu yang mungil. Kakimu tidak sampai ke tanah, makanya kamu harus terus mengayuh.

Tapi kamu tampak makin tinggi sekrang, dengan hak 5 centi itu tepatnya.

Aku terus bercerita tentang guru Bahasa Indonesia favoritmu. Sering kali kamu mencuri waktu untuk ngobrol dengan beliau. Kamu tau, kadang aku ingin menjadi orang di antusiasi oleh mu. Wajahmu cerah.
Dengan gerakan tangan dan sipitnya matamu ketika kamu tertawa.
Kamu bilang aku lucu, selalu membuatmu tertawa.
Dan aku melucu karena selalu ingin membuatmu tertawa.
Karena yang paling aku ingat dari semuanya adalah :

Senyum-mu

Sama seperti senyum-mu sore ini.

Lalu secarik kertas kulipat segitiga. Dengan kening berkerut kamu membuka surat itu.
Lalu raut mukamu berubah, dengan senyum itu!

: Berharap bisa menemukan tombol pause dalam scene berisi senyum-mu.

2 comments for now

hello

Posted by rectolva on Apr 01 2009 | fave it!

A

p

R

i

L

no comments for now

#2

Posted by rectolva on Mar 31 2009 | fave it!, hidup

yup ini postingan kedua hari ini.

Pernah ga kamu, berada diantara pilihan yang ga kamu suka?
dan karena sangking ga kamu suka nya tu pilihan, kamu terus menerus menunda untuk memilih. Sak banget!

Kamu tau, ternyata ada pilihan untuk tidak memilih.
Iya, ternyata disetiap dua pilihan kadang ada pilihan ketiga, which means you still have to  choose one!
sak again!

Memilihmu - Adhitia Sofyan

Memilihmu perlu persiapan dan mental
Bagai memilih masuk ke sekolah unggulan
Memilihmu bisa makan waktu yang panjang
Satpam depan suruh aku ambil nomor tunggu
Aku tak pernah jadi murid yang terpandai
Menunggu lama slalu membuatku bosan
Kubawa pergi mimpiku berlalu


Yup, dan pilihan terakhir adalah dengan tidak
memililih(mu).

out and close

no comments for now

Next »